Obyek Wisata Air Dingin di Aceh Selatan Hancur



Aceh Selatan, NAD - Menyusul pengusaan lahan kawasan obyek wisata Air Dingin Sawang Kabupaten Aceh Selatan, aset daerah di bidang pariwisata itu kini hancur. Sejauh ini, Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat belum melakukan upaya apa-apa bagi penyelamatan obyek wisata lokal yang sudah terkenal ini. Kondisi lahan saat ini tidak seindah seperti dulu lagi, obyek wisata yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Selatan itu benar-benar hancur. Hal itu menyebabkan muncul protes dari kalangan warga dan kalangan DPRK di sana namun tidak ada tanggapan serius dari pihak terakit.

“Kita sangat menyesalkan kondisi tersebut terkesan dibiarkan Pemda Aceh Selatan, padahal anggaran daerah telah begitu besar dikucurkan untuk rehabilitasi serta pemeliharaan obyek wisata itu, ungkap Sekretaris Komisi C DPRK Aceh Selatan, Ir Baidarus Isa, di ruang kerjanya, Selasa, (7/7). Saat ini tengah dilakukan pembongkaran lahan dan batu-batu di seputaran obyek wisata persis di dekat kolam air terjun yang dilakukan oleh oknum pemilik lahan yang baru saja dibelinya dari seorang warga bernama Tgk H. Lukman Ramli.

Batu-batu tersebut kini menjadi bongkahan sejak diambil dengan menggunakan alat berat berupa beko. Batu-batu tersebut belakangan digunakan untuk pemenuhan bahan material proyek yang bersangkutan. Di satu sisi, pengambilan batu oleh pemiliknya adalah hak yang bersangkutan namun karena obyek wisata ini dalah aset daerah, maka tidak semestinya dilakukan secara serampangan. Memang lahan yang dibongkar itu milik pribadinya tapi seharusnya Pemda melalui dinas terkait harus mencari solusi lain yang tepat dan tidak merugikan satu pihak,kata Baidarus.

Sebelumnya, seorang warga setempat bernama Khairul (38) juga menyesalkan pengalihan lahan tersebut yang berakibat kepada hancurnya obyek wisata alam tersebut. Akibatnya, jumlah pengunjung ke lokasi ini menurun drastis karena pengunjung tidak selera lagi untuk menyinggahinya. Apalagi di lokasi sedang dilakukan pembokaran lahan sehingga mengakibatkan debu dan hancurnya pemandangan di sekitar lokasi. “Tiap hari kami makan debu di tangah sepinya pengunjung, katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Selatan, Drs Mismar Farisi MM yang dikonfirmasi di kantornya, Kamis, membantah keras pihaknya tidak respek terhadap kondisi tersebut. “Kita tidak tinggal diam, tetapi kita belum punya kekuatan hukum untuk mencegahnya, capnya. Menurutnya, tindakan pembongkaran lahan yang saat ini sedang dilakukan oleh seorang oknum masyarakat tersebut tidak dapat dicegah sebab lahan yang dibongkar itu miliknya